Tuesday, June 18, 2019

Menurunkan Berat Badan dengan mengurangi Gula

Taukah Anda jika mengkonsumsi banyak Gula, berat badan kita akan menjadi naik, dan menjadi lebih sulit menurunkan berat badan ?

Sadar atau tidak, sering kali kita merasa, jika kita ingin menurunkan berat badan, kita banyak mengonsumsi buah-buahan, mengurangi lemak, mengurangi porsi nasi, tapi lupa menghilangkan porsi es teh manis, kopi manis, kopi susu, maupun sirup. Saat Diet sudah berjalan 10 hari, baru kita merasakan kok berat badannya stuck ya?! Segitu-segitu saja.

Yap, bisa jadi itu peran dari terlalu banyak mengonsumsi Gula. 
Berikut adalah infografis mengenai 6 tanda Anda mengonsumsi banyak Gula.


Secara tidak sadar, ketika kita makan 1 potong donat, atau brownies, atau makanan manis lainnya, rasanya kok masih kurang yah?! Kok kayak masih pengen makan lagi ?! Hmmm itu salah satu tanda Anda kelebihan Gula. 

Pengaruh Gula dalam meningkatkan berat badan ada dalam perannya seperti beberapa hal berikut :
  • Gula akan meningkatkan jumlah insulin dalam badan secara kronis yang akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi lemak tubuh. 
Insulin adalah hormon yang menyalurkan gula dalam peredaran darah ke dalam sel agar dapat digunakan sebagai energi. 

Saat kita makan, jumlah insulin akan meningkat dan ini merupakan peristiwa yang normal. Akan tetapi, dengan asupan gula yang berlebihan, tubuh akan menjadi insulin resistant. Artinya tubuh harus meningkatkan produksi insulin agar gula tetap dapat digunakan oleh sel-sel tubuh.
Masalahnya, insulin memiliki fungsi lain, yaitu sebagai penyimpan lemak. Konsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan peredaran insulin tinggi yang bersifat kronis dan tubuh akan meningkatkan penyimpanan lemak.
  • Konsumsi gula berlebihan akan menghambat hormon leptin, yang berfungsi sebagai sinyal bahwa kita sudah kenyang. Gula yang menghambat fungsi leptin akan membuat kita terus merasa lapar. 
Leptin adalah hormon yang diproduksi sel lemak tubuh yang memberikan sinyal bahwa kita sudah kenyang. Jika badan kita sudah memiliki cukup lemak, leptin akan diedarkan dan tubuh akan merasa kenyang agar penyimpanan lemak tidak berlebihan.

Masalahnya, fruktosa dalam gula akan menghambat fungsi leptin dan akhirnya badan kita akan terus lapar walaupun simpanan lemaknya sudah banyak. 
  • Gula tidak membuat kita merasa kenyang walaupun energi yang diberikan sangat tinggi. 
Sebuah studi membuktikan bahwa konsumsi glukosa akan membuat kita merasa lebih kenyang jika dibandingkan dengan konsumsi fruktosa.

Perlu diingat bahwa glukosa dan fruktosa memiliki jumlah energi yang hampir sama, akan tetapi fruktosa tidak membuat kita merasa kenyang.

  • Gula itu bisa bersifat adiktif.
Konsumsi gula berlebihan akan meningkatkan aktifitas dopamine yang memberikan kita perasaan euforia atau senang dalam otak. Mekanisme tersebut sangat mirip dengan orang-orang yang tercandu nikotin dan kokain. 

Efek senang yang diberikan gula akan menyebabkan kalian untuk makan berlebihan dan akhirnya makin gendut.
  • Gula merupakan kalori yang bersifat “kosong”.
Gula memberikan energi (dalam satuan kalori) yang sangat tinggi. Bahkan, 1 sendok makan gula memberikan 50 kalori, sama dengan 1 tangkai brokoli.

Akan tetapi, gula tidak mengandung vitamin, mineral, protein, yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Nah, berikut, contoh sarapan yang "benar" tanpa gula yaah.






No comments:

Post a Comment

Silakkan Subscribe untuk menuliskan komentar.

Note: Only a member of this blog may post a comment.